Desember 2015

Terbiasa Dengan Kondisi Stres Ternyata Dapat Buat Orang Awet Muda
Katanya banyak masalah dapat membuat seseorang terlihat menjadi lebih cepat tua jika dibandingkan dengan usia aslinya. Namun penelitian terbaru dari Amerika Serikat mengungkapkan bahwa seseorang yang banyak mengalami kondisi stres serta masalah yang berat didalam hidupnya cenderung terlihat awet muda.

Sebagaimana dilansir dari laman Medical Daily, sebuah penelitian dari North Carolina State University mengungkapkan bahwa kebiasaan dalam menghadapi stres yang besar bisa membuat orang dewasa menjadi lebih mudah saat menghadapi masalah-masalah kecil di kehidupannya sehari-hari. Kebiasaan saat menghadapi masalah ini lah yang dapat membuat orang itu merasa menjadi lebih muda didalam kehidupannya.

Menurut Dr. Jennifer Bellingtier sebagai selaku peneliti, temuan ini sangat mengejutkan karena ternyata seseorang yang sering melewati masalah berat dalam hidupnya ternyata berpikir bahwa mereka mempunyai usia yang muda serta mampu mengatasi segala macam permasalahan sehari-hari. Penelitian tersebut dilakukan untuk melihat apakah mereka yang memiliki pendapat tentang usianya tergantung dari kondisi fisik serta mentalnya. Umur ini disebut sebagai umur subjektif dan mengacu pada seberapa tua kah mereka melihat atau menilai dirinya mereka sendiri.

Untuk mengetahui mengenai hal tersebut, penelitian ini dilakukan dengan melibatkan 43 orang dewasa dengan usia 60 sampai 96 tahun. Partisipan diarahkan untuk mengisi survei tentang permasalahan sehari-hari serta usia mereka berturut-turut selama 8 hari. Selain itu juga ada catatan tentang masalah-masalah besar yang dahulu menimpa dirinya.

Secara garis besar, dari hasil penelitian itu menunjukkan bahwa mereka merasa lebih muda dari umurnya yang sesungguhnya. Namun mereka yang pernah menghadapi masalah- masalah besar menganggap bahwa umurnya jauh lebih muda jika dibanding usia asli baik secara pikiran  juga penampilan. Jadi untuk penampilan seseorang apakah ia terlihat lebih tua ataupun lebih muda juga dapat dipengaruhi oleh seberapa banyak serta besar masalah yang telah dilaluinya.

Meskipun begitu, penelitian ini juga masih akan dikembangkan lagi serta dilihat apakah hal ini benar-benar terjadi untuk semua orang. Jika memang demikian, maka meskipun hidup Anda saat muda terasa sangat sulit serta banyak masalah, tetapi di masa depan hal tersebut ternyata bisa membuat Anda menjadi tampak lebih awet muda.

Ternyata Air Susu Ibu Bisa Sembuhkan Luka, Ini Buktinya
Sudah banyak sekali bukti dari dunia medis yang memaparkan bahwa ASI mempunyai kandungan nutrisi serta antibodi yang sangat berperan penting dalam menyokong kesehatan dan perkembangan bayi, sekaligus juga dapat membentuk sistem imunitas tubuh mereka.

Sehingga, pemberian ASI Eksklusif selama enam bulan dinilai sebagai langkah yang tepat untuk menghasilkan generasi yang berkualitas.

Menariknya, sebuah dalam studi baru saja mengungkap fakta lain mengenai manfaat ASI.

Setelah mempelajari unsur-unsur yang terkandung dalam ASI pemberian dari para donor, para ilmuwan dari Brigham & Women’s Hospital telah menemukan bahwa ASI juga menyimpan molekul yang disebut SPMs (specialized pro-resolving mediators) yang dapat menyembuhkan luka, seperti peradangan dan juga infeksi.

Ketika melakukan penelitian mengenai efek molekul tersebut pada hewan tikus, telah ditemukan bahwa molekul itu mampu membersihkan bakteri serta menjadi pelindung pada organ tubuh, dan juga menyembuhkan luka.

Walau masih belum dilakukan penelitian pada bayi, Charles Serhan penulis dari studi sekaligus direktur di BWH Center for Experimental Therapeutics and Reperfusion Injury mengungkapkan,

“Kami sudah sangat yakin bahwa molekul itu memiliki peran yang besar pada bayi.”
Keyakinan itu diperkuat setelah peneliti berhasil menemukan bukti bahwa ASI juga bisa mengurangi peradangan pada puting ibu yang menyusui.

Ketika puting ibu mengalami radang karena gigitan gusi bayi, cara alami dalam menyembuhkannya adalah dengan mengoleskan ASI pada luka tersebut.

Walau masih diperlukan penelitian yang lebih lanjut, Serhan mengatakan bahwa penemuan ini cukup berguna untuk memahami manfaat serta arti penting ASI.

Oleh kerena itu, dia menyarankan kepada para calon ibu maupun ibu baru agar memberikan ASI secara eksklusif, karena susu formula tidak memiliki jenis molekul ini.

5 Dampak Terlalu Sering Kunyah Permen Karet
Beberapa alasan membuat orang sering mengonsumsi permen karet. Seperti dengan alasan ; agar gigi sehat, napas terasa segar, atau sebagai pengganti peran rokok saat mulut terasa asam. Tetapi, Anda harus selalu waspada, sebab mengunyah permen karet juga memiliki dampak yang tidak baik.

Berikut 5 dampak buruk terlalu sering mengonsumsi permen karet, sebagaimana yang dikutip dari laman Boldsky :

1. Gangguan sendi
Terjadinmya Gangguan sendi pada temporomandibular rentan dialami pada mereka yang doyan mengonsumsi permen karet. Karena, ketika sangat sering melakukannya, otot-otot pada mulut akan mengalami kerusakan yang bsa menyebabkan kondisi tersebut.

2. Keinginan menyantap junk food lebih besar
Berdasarkan hasil penelitian yang sudah pernah dilakukan, mengonsusmi permen karet rasa mentol atau mint dapat mengurangi asupan makanan sehat. Dengan mengunyah permen karet dapat memicu keinginan seseorang untuk menyantap makanan junk food.

3. Sakit kepala dan alergi
Permen karet mengandung pemanis buatan, perasa dan pengawet yang bisa memicu terjadinya sakit kepala serta alergi.

4. Perut Kembung
Mengonsumsi permen karet bisa membuat Anda menelan banyak udara sehingga dapat menyebabkan sakit perut dan kembung.

5. Diare
Adanya pemanis buatan yang terkandung dalam permen karet seperti sorbitol dan mannitol  dapat menyebabkan iritasi pada dinding usus, yang apabila terjadi terus menerus bisa menyebabkan diare serta dehidrasi karena hilangnya cairan dalam tubuh.

Pilek Karena Perubahan Musim Ternyata Bisa Menimbulkan Depresi
Kondisi hidung berair, bersin-bersin dan badan yang menggigil merupakan kondisi yang sering dihadapi hampir kebanyakan orang tiap hari terutama ketika perubahan musim. Namun penelitian terbaru ternyata menemukan bahwa gejala pilek itu bisa memicu seseorang menjadi depresi.

Sebagaimana yang dilansir dari laman Daily Mail, penelitian yang dilakukan Yang-Ming University di Taiwan mengungkapkan bahwa seseorang yang menderita demam akibat perubahan musim, memiliki kemungkinan 4 kali lipat mengalami depresi jika dibandingkan dengan mereka yang tidak demam.

Penelitian itu dilakukan dengan membandingkan 10 ribu orang remaja yang menderita demam dan 30 ribu orang  remaja yang tidak demam. Penelitian ini dilakukan hingga hampir 10 tahun sampai mereka dewasa. Selanjutnya dari hasil penelitian itu diketahui bahwa remaja yang menderita demam ketika pergantian musim memiliki resiko kecenderungan 4 kali lipat menjadi bipolar saat ia dewasa.

Saat menderita berbagai penyakit seperti peradangan, alergi atau demam diketahui bahwa terjadi gejala penurunan kadar serotonin pada otak. Serotonin merupakan zat kimia yang bisa menimbulkan perasaan senang di dalam organ otak. Kekurangan zat serotonin dalam otak ini lah yang dikatakan bisa memicu perasaan depresi pada seseorang.

Pada penelitian sebelumnya, pada tahun 2010 di negara Denmark juga menyatakan bahwa orang yang menderita alergi seperti demam saat pergantian musim juga punya resiko 30% lebih tinggi melakukan bunuh diri dibanding dengan mereka yang tidak memiliki alergi.

Demam yang muncul akibat pergantian musim ini ternyata bisa berpengaruh cukup besar dalam perkembangan mental seseorang. Oleh karena itu sebaiknya saat pergantian musim, jaga selalu tubuh Anda agar tetap fit dan tidak mudah sakit.
Mengungkap mitos mata merah yang menular lewat saling pandang
Sakit mata merah atau dalam bahasa medis disebut dengan konjungtivis merupakan kemerahan yang dikarenakan oleh pembengkakan pada konjungtiva, yaitu selaput lendir yang melapisi bagian kelopak mata dan juga permukaan mata. Jika terjadi iritasi atau infeksi, maka lapisan mata akan memerah dan bengkak. 

Penyakit mata ini tidaklah serius, sebab biasanya akan hilang dalam 7 atau 10 hari tanpa perawatan medis.

Namun, ada beberapa hal yang dapat menyebabkan penyakit mata misalnya infeksi yang dikarenakan oleh adanya bakteri atau virus. Selain itu, bisa juga dikarenakan oleh mata kering sebab kekurangan air mata atau disebabkan paparan sinar matahari. 

Penyakit konjungtivis juga bisa disebabkan oleh zat kimia atau asap juga alergi. Virus dan bakteri penyakit konjungtivis bisa menular dengan mudah.

Terkait hal tentang penularan tersebut, banyak orang yang percaya bahwa penyakit konjungtivis alias mata merah ini bisa ditularkan lewat tatapan langsung dengan orang yang menderita sakit mata merah. Mereka berpendapat bahwa mikro-organisme penyebab konjungtivis seperti virus dan bakteri dapat menular melalui udara.

Sebagaimana yang dilandir dari laman geteyesmart.org, Richard G. Shugarman adalah seorang dokter spesialis mata menjelaskan bahwa kuman tidak bisa berjalan atau menyalur lewat cahaya dan udara dari seseorang ke orang lain. Penyakit konjungtivis itu biasanya menular lewat kontak langsung dengan virus.

Shugarman mencontohkan terjadinya penularan virus bisa melalui gagang pintu. Contohnya seseorang yang menderita konjungtivis menggosok matanya lalu kemudian memegang gagang pintu. 

Nah, gagang pintu yang sudah disentuhnya tersebut selanjutnya disentuh lagi oleh orang lain yang kemudian tidak sengaja menyentuh matanya atau menggosok-gosok matanya sendiri. Hal ini bisa menjadi salah satu cara penularan penyakit konjungtivis.

Artinya bahwa tatapan secara langsung dengan orang yang menderita sakit mata merah atau konjungtivis tidak bisa menularkan virusnya. Virus penyakit ini hanya bisa menular lewat kontak langsung dengan orang yang menderita konjungtivis.

Penyebab paling utama penularan penyakit ini seringkali dikarenakan oelh keteledoran kita yang jarang mencuci tangan sesudah berada di fasilitas dan tempat-tempat umum serta bersentuhan dengan barang-barang yang ada di fasilitas umum tersebut. 

Selain itu juga menggunakan handuk ataupun kain lap bersama dapat menjadi media penularan penyakit mata konjungtivitis
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...