Melatih Koordinasi Fisik Dengan Permainan

Melatih Koordinasi Fisik Dengan PermainanCoba sebutkan satu saja permainan yang popular sekarang? Jika pertanyaan ini dilintarkan pada anak-anak sekarang, katakanlah mereka yang lahir setelah tahun 2000, bisa dipastikan jawabannya adalah Game House Collection, Age of Empire, Alien Shooter, atau yang paling lucu Angry Birds. Dimana kesemuanya adalah jenis-jenis permainan menggunakan gadget. Seperti PC komputer, Laptop, handphone, hingga yang paling canggih Ipad, Tab, Iphone. Cukup dengan duduk manis di depan gadget, maka mulailah mereka bermain.

Berbanding terbalik dengan anak-anak yang besar di tahun 70'an, 80'an, atau 90'an, yang bisa dikatakan sekarang sudah dewasa. Di jaman dimana teknologi tidak semaju sekarang. Di mana tanah lapang masih bisa ditemukan dengan mudah. Anak-anak tidaklah hanya cukup bermain di depan gadget dengan duduk-duduk saja. Bagaimanapun anak-anak memiliki pasokan energi luar biasa yang butuh dikeluarkan. Dan itu tidak cukup dengan hanya duduk di depan layar atau sekedar menggerakkan jari-jemari di atas gadget.

Permainan tradisional memang bukan permainan yang cukup populer sekarang ini. Kecanggihan terknologi menggeser nilai permainan. Padahal ada banyak manfaat yang bisa diperoleh dengan permainan tradisonal. Sekarang banyak anak-anak yang menganggap permainan tradisional adalah permainan yang kampungan, mengingat mungkin hanya anak-anak yang tinggal di daerah perkampungan atau pinggiran kota saja yang masih bermain permaina tradisional, seperti petak umpet, gobak sodor, bekel, congklak, dan  lainnya.

Permainan tradisional mengajarkan banyak hal kepada anak-anak, selain tentunya melatih koordinasi fisik dan kelincahan. Hampir di setiap permainan tradisional melibatkan aspek fisik dan juga aspek motorik, mulai dari berlari, lompat, menangkap. Semuanya jelas melatih koordinasi fisik kita. Belum lagi nilai tambah selain dari masalah fisik. Permainan tradisional tidak bisa dimainkan sendiri, selalu ada lebih dari satu orang dalam permainan tradisional, minimal dilakukan oleh dua orang. Dan kondisi permainan ini jelas sangat mempengaruhi nilai sosial, yang tidak ditemukan pada permainan gadget. Nilai tambah lainnya adalah kita dituntut untuk kreatif dalam mencipatakan dan menghadirkan permainan, agar permainan tidak terasa membosankan dan tetap ceria bersama teman-teman.

perkembangan kesehatan tidak hanya diukur oleh nerat badan dan tinggi badan yang ideal. Nilai fisik yang secara tidak langsung diajarkan pada permainan tradisional juga menekankan betapa hal itu berpengaruh pada kesehatan anak-anak.
Baca >> Ternyata 5 Buah Kesukaan Orang Indonesia ini Mengandung Racun Sianida
Baca >>Ini Efeknya, Jika Konsumsi Air Putih Dicampur Air Lemon di Tiap Pagi
Baca >>5 Hal Gila Yang Ternyata Baik Bagi Kesehatan

0 Response to "Melatih Koordinasi Fisik Dengan Permainan"

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...